kisah klasik

peringatan: bagi yang menganggap lebay kisah-kisah romantis mohon hentikan bacaan anda sampai disini!! karena saya sebagai penulis tidak bisa menanggung jika nanti anda akan terserang pusing berputar, mual dan muntah yang berlebihan :p

Setelah membaca forum di myquran yang judulnya*****(opo yo lali aku) …. jadi pengen nulis tentang percintaan hihihi.. i love romantic movie.. ada sederetan film yang kutonton.. she’s all that, never been kissed, serendipity,a walk to remember, you’ve got mail, the proposal, dst,,, hampir semuanya happy ending.. saya termasuk yang agak2 menghidari film dengan rensensi yang menunjukan sad ending^^ (opo meneh horor,,!!)

gak ada film yang yang menjadi favorit saya😀 semua saya suka.. tapi ada satu kisah yang amat sangat berkesan di benak saya dari dulu sampai sekarang n mungkin tak tergantikan. Bukan kisah yang saya dengar atau tonton dari film ataupun novel2 fiksi,, ini nyata,,amat sangat nyata!! Sama sekali bukan kisah saya (hihihi bukan konsumsi publik soalnya, hehehe padune..padahal yo mergo ra nduwe :p)..tapi tenang saja yang saya akan sampaikan bukanlah cerita bohong,,saya mendapatkan langsung dari sumbernya (yang Alhamdulillah masih sehat sampai sekarang), yaitu tidak lain dan tidak bukan adalah emak tersayang saya sendiri🙂
Yup ini cerita cinta klasik mama dan papa saya tercinta (kangeeeeeeeeennnnnn), pertama kali saya mendengar cerita ini usia 7 tahun, dan percaya atau tidak saya tidak pernah bosan mendengarnya kadang2 sampai sekarang pun saya masih sering minta mama saya untuk bercerita,,,nek si papi karena mungkin laki-laki jadi rada-rada jaim gitu,, maklum papa saya bukanlah orang yang romantis,, tapi sesekali suka nimbrung bercerita juga kalau mama saya ceritanya rada lebay (didramatisir,, biasalah emak-emak :D)

FYI, mama dan papa menikah ditahun 1981 bulan oktober tanggal 25 (nek harine mbuh ya)..saat itu usia mama MASIH 19 tahun (baru saja lulus SPG,,,usia yang amat sangat reproduktif (baca: subur) hehehe) dan usia papa SUDAH 31 tahun (usia yang amat sangat matang (baca: uzur) hehehe maap ya pa :p).. perbedaan usia yang amat jauh memang,,well that’s the destiny..

cerita berawal di suatu hari yang cerah,,di dalam gerbong kereta api (cie,,,kok aku jadi malu sendiri ya,,). Kereta api berjalan menuju Yogyakarta (the best place ever!) dengan kondisi gerbong  yang lumayan penuh..berjubel orang disana dari penumpang, penjual, pencopet, petugas karcis, dll…ada yang kebagian tempat duduk,, ada juga yang tepaksa berdiri,,ataupun ndeprok di lantai gerbong….Diantara penumpang itu ada seorang gadis yang juga terpaksa berdiri karena tidak dapat tempat duduk, gadis itu bernama Suminah (hihi itulah nama emakku,, nama ndeso wajah kuto kuwi,, ayu tenan le,, termasuk bunga desa di kampungnya), diseberang sampingnya kira-kira beberapa meter duduklah segerombolan tukang-tukang insinyur muda (hihii…. that’s why i love engineer,,,turunan emakku kali yah,,:p)..Ternyata oh ternyata salah satu tukang insinyur bernama Hudan Karyoso sejak tadi memperhatikan sang gadis… tapi bingung carane PDKTne piye,,maklum pria baik-baik tidak termasuk dalam spesies playboy kabel.

Beruntung sekali pria ini memiliki sahabat (sopo yo jenenge aku lali,,padahal jasane akeh kie,,hihihi) yang sejak tadi memperhatikannya duduk tidak tenang dengan mata yang malu-malu kucing selalu melirik ke arah sang gadis,,Akhirnya sang sahabat yang duduk disamping pria itu segera beranjak berjalan menuju gadis yang sudah tampak lelah berdiri..”mbak-mbak..duduk saja disitu”  sambil menunjukkan tempat duduk kosong yang ia tinggalkan, sang gadis heran (dalam hatinya berkata ’emang siapa elu’).. karena melihat tatapan aneh si gadis sang sahabat pun segera menjelaskan,,”maap mba,,nama saya ******(durung kelingan jenenge kie -.-‘), begini saya tidak tega saja melihat mba daritadi berdiri dsini, tapi jangan salah,,saya lebih tidak tega lagi melihat teman disamping saya duduk dengan amat tidak tenang disana,, hehehe dia ingin berkenalan dengan mbaknya”…

berhubung si mama kempole yo wis keju tawaran pun diambilnya (hahaha anak dan ibu sami mawon selalu memanfaatkan kesempatan yang ada), nah sing ketar ketir saiki si papa, berhubung seperti telah disebutkan tadi papa-ku bukan tipe predator (baca: buaya darat), tidak terbiasa mencari wanita (isone mung golek duit thok) jadinya ya gt deh,,,pas si mama akhirnya duduk deket papa kayaknya papa jadi salah tingkah dan pembicaraan datar,,tapi berhubung mama orangnya amat sangat mudah bergaul, sok kenal sok deket, dan enakan aja (hwahahaha nek aku pikir sing predatore ki si mama),,jadinya pembicaraan pun berlanjut hingga stasiun tugu (eh mbuh ding lali takon aku stasiun ndi,,lempuyangan opo tugu)… Pembicaraannya kata mama si ya sewajarnya orang kenalan,,, waktu di dalam kereta mama sama sekali belum tau pekerjaan papa,, tapi papa sudah berhasil mengorek bahwa mama baru lulus dari SPG (sekolah menengah untuk menjadi guru, sekarang jadi SMA 11 yogyakarta) dan akan mendaftarkan diri ke IKIP (sekarang jadi UNY)…setau mama si papa ke jogja mau mengunjungi keluarga saja…

Setelah sampai stasiun di jogja keduanya berpisah,,,katanya si mama,,pisah gitu aja,, turun dari stasiun si papa kumpul ama gerombolan teman-temannya si mama ngeloyor sendiri gitu aja keluar dari stasiun nyari becak… dalam hati mama (yang notabene sudah terbiasa dikecar-kejar para pria) bertanya-tanya ‘ko aku ndak di kejar ya!?’ hehehe,,sampai akhirnya becak sudah mulai berjalan sampai mendekati gerbang keluar halaman stasiun tiba-tiba ada suara agak-agak berteriak memanggil nama mama diikuti dengan suara derap langkah tergesa-gesa,,yoa setelah membalik badan melihat kebelakang mama melihat papa (yang waktu itu masih six packed :p) berlari dibelakang  mengejar becak hihihi (silakan membayangkan dengan versi pikiran masing-masng)….

Dan setelah berhasil mengejar sang pujaan hati..tiba-tiba si papi menyodorkan kartu dengan nama terpampang bergelar ‘Ir.’ dan alamat tempat kerjanya,wew… buat mama yang baru saja lulus dari SPG dan baru saja mau meneruskan kuliah kartu nama ini amat sangat ‘berbobot’ (maklum mama saya rada-rada matre,,tapi masih dalam batas yang amat sangat aman :p), perpisahan diakhiri dengan berhasilnya papa mendapatkan alamatnya mama di jogja maupun di kampuang aslinya sono… (jaman taun segitu hp blum muncul😀 jadi gak bisa tukar-tukaran hp)

selanjutnya papa melancarkan perburuannya dengan menyambangi alamatnya di jogja beberapa minggu kemudian,,tapi ternyata oh ternyata  si mama dah balik ke kampung soalnya urusan di jogja sudah selesai…akhirnya tak ada rotan akar pun jadi,,,tidak bisa secara langsung menemui mama akhirnya papa mengirim surat ke mama (tukang pos masih sangat berperan jaman itu,,blum ada email soale,,, tulisane bapakku kie luwih uelik tinimbang tulisane dokter jaman mbiyen,,tapi yo tetep dibales karo emakku soale bapakku tukang insinyur :D),,, surat menyurat pun berlangsung selama kurang lebih 1 bulanan sampai akhirnya papa memberanikan diri datang langsung ke rumah mama di kampung bertemu dengan mbah kakung dan mbah putri..^^ intine kie minta ijin untuk menjalin hubungan serius dengan mama..

Berhubung si papa sudah kebelet merit akhirnya di bulan ketiga mereka pacaran papa memutuskan untuk mengajak mama menikah. Waktu itu mama sudah selesai mengikuti ujian masuk ke IKIP jogja untuk melanjutkan kuliah. Sedangkan papa sudah harus menetap bekerja di banjar (jawa barat).. Saat pengumuman ujian masuk, ternyata mama diterima,,,nah papa yang waktu itu mengantarkan mama langsung bertanya “kowe arep nikah karo aku melu neng mBanjar opo neruske kuliah?” hehhehe sakjane mbuh ya ngomonge piye tapi secara garis besar yo ngono kuwi lah,,,

Nah si mami menghadapi dilema yang amat besar bo,, dua2nya berhubungan dengan masa depannya,,dan masalahnya papa dengan usia segitu sudah tidak mau menunggu lagi dan kalo yang namanya menikah harus tinggal bersama..

Setelah berdiskusi dengan keluarganya dan berdoa padaNya (tapi ketoke ra nganti shalat istikharah je,,) mama memutuskan untuk menerima tawaran menikah dengan papa…:) dan ikut mendampingi papa pindah ke Banjar.. disanalah ketiga keturunannya lahir:
1. Yogi Suryawan (20 September 1982) yang sudah menikah dengan Titin Utari
2. Rani Fitriana (27 Juni 1984) juga telah berkeluarga dengan Krisna H Mada
3. Dhita Octriani (16 Oktober 1985) yang masih bingung akan berkeluarga dengan siapa??? (gak penting ya :p)

Mama orangnya termasuk yang mudah emosi tapi papa kie wonge sabarrrr banget. Papa pinter golek duit,,sedangkan mama pinter ngabisin duit (hihihi ora ding,, mama tu pinter kalo disuruh investasi)..papa orangnya agak2 serius sedangkan mama easy going mudah bergaul dengan semua kalangan,,so meskipun dengan usia yang terpaut jauh (lebih dari 10 tahun) mereka saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing2,,🙂 …..love u n miss u soooo muchhhhhhh T.T

P.S. semoga apa yang saya tulis tidak termasuk dalam kriteria Ghibah hihihi membicarakan orangtua sendiri..