Kemarin senin, sehari saya absen lagi dari perbloggingan hihi,,untung gak ada yang ngabsen. Alasan saya absen kemarin karena harus mengurus sesuatu di Dinas Kesehatan Tenggarong (yang tau ayo ngacung!!!),,berhubung gak ada yang ngacung, saya akan berusaha menjelaskan dengan baik.

Tenggarong merupakan ibukota kabupaten kutai kertangegara. Lokasinya kurang lebih 2 jam perjalanan dari kecamatan muara badak (kayak dari jogja ke solo),,jarak yang tidak terlalu jauh memang,,tapi ini kalimantan bung,,jarak memang tidak masalah yang jadi masalah adalah medan atau jalannya itu sendiri T.T Tidak seperti kalo ke solo melalui jalan raya solo yang lebar, halus, dan lurus-lurus saja. Kalau ke tenggarong jalan naik turun, belak belok,, sesekali melihat pinggir jalan yang ‘kroak’ akibat longsor menghabiskan setengah badan jalan…jalannya sendiri ada yang aspalan ada yang cuman cementing aja,, tapi ya emang gak ampe parah banget kayak misalnya tanah doang gt…Walopun saya bukan penderita ‘motion sickness’ tapi perjalanan kayak gini rasanya kurang aman tanpa dimenhidrinat di kantong, tapi berhubung diriku jaim (wong kuto kok mabokkan) alhasil saya tidak membawa sebutirpun obat mujarab itu. Saat perjalanan ada yang bertanya ‘dok, tidak mabok perjalanan bukan?’..saya jawab  ‘tidak’ hehe padahal sie waktu itu saya masih bertanya2 saya bakal mabok gak ya,,, Kayaknya si dia bertanya seperti itu karena melihat saya bibirnya pucet n kering (ini si gara-gara aus) n tidak pernah lepas dari pandangan ke depan (ya iyalah daripada ngeliatin dia mending liat depan)

Kembali ke topik… setelah uji nyali selama 2 jam perjalanan dengan mobil pak RT sampailah di kota tenggarong,,,kesan pertama adalah’ Cantteeeknya kota ni,,,,’ dengan taman kota yang luas2,,jembatan yang oke punya,,dan pulau ditengah sungai mahakam  yang bernama Pulau Kumala.  Oke banget deh untuk ukuran kota kabupaten,, Kalau masalah bersih?! hmm tadinya saya pikir si gt,,,saat liat taman2 kota yang amat2 rapih rumputnya dan bersih,,,tapi olalala,,,kesan itu pupus sudah saat masuk kotanya menuju ke dinas kesehatan setempat. Apa yang saya liat?? parit2 dengan air2 yang hitam legam dan tampaknya menggenang saja tidak mengalir,,ntah lah ya bau pa gak soalnya saya tidak mencoba mencari tau yang satu ini..Poin tambahan buat jogja yang saya rindukan, tidak pernah saya menemukan yang seperti ini di jogja.

Saya pergi kesana bersama Pak RT (sebagai supir), Pak Alwi (suami bu Ami), Bu Ami, Nisa (anak bu Ami usia 10 tahun), Ana (Bidan 24 tahun), dan drg. Anti (baru kenal). Sampai di Tenggarong kami berpisah,,, Pak Alwi dan drg. Anti menuju dinas kependudukan untuk mengurus status kependudukan saya di kabupaten ini, Nisa n Ana main2 ke pulau Kumala (enak bangeettt,, ) pengen ikut sebenernya tapi masalahnya saya masih harus ke dinkes sama Bu Ami untuk mengurus n memperjuangkan SIP dan status PTT cara lain saya.

Pulang2 dari Tenggarong itu sudah jam 14.00 WITA, sebenernya saya sempat berfoto-foto,, tapi sayangnya sekali lagi karena itu bukan kamera saya jadi saya belum sempat menguplot foto-fotonya,,hihi setidaknya meredam sisi kenarsisan saya ;p

Mampir makan condro bakar dan minum es degan,,,yummiieee,, pulang dengan hati senang,,Hehehee Tapi ternyata saya bersenang2 diatas penderitaan Ibu dan Anak,, yayayaya ternyata bu Ami dan Nisa tidak sesenang seperti saya,,mereka khawatir dengan masalahnya masing-masing,,Bu Ami was-was mikirin proyektor lcd puskesmasnya yang ntah dimana padahal yang terakhir megang dia sedangkan Nisa ngambek sama Bu Ami n Pak Alwi karena tidak jadi jalan-jalan ke Mall waktu mampir di Samarinda,,

Hmm untuk keseluruhan,,kalau saya disuruh balik lagi ke tenggarong,,saya rada2 ogah bo,,walopun tu kotanya caanteeek bener,,tapi saya tidak kuat dengan perjalanan yang melelahkan, alhasil kemarin samapi di muara badak jam 16.30 saya tepar dan tidak buka praktek,,,😀